Merawat Cita-Cita Kolektif di Temu Pendidik Nusantara XIII

 


Perjalanan seorang pendidik tidak pernah berdiri sendiri. Ia terbentuk dari akumulasi proses belajar, berkarya, dan berjejaring yang terus dipupuk sepanjang waktu. Hari Minggu, 19 Juli 2026 lalu menjadi momen penting saat saya kembali hadir di Temu Pendidik Nusantara XIII (TPN XIII) daerah Jember, yang diselenggarakan di Aula Graha Wiyata Mandala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.  TPN bukan sekadar ruang perjumpaan biasa, melainkan sebuah forum tahunan yang menjadi kulminasi dari petualangan guru pembelajar sepanjang tahun melalui beragam aktivitas belajar, berkarya, dan mengembangkan karier. Tahun ini, TPN XIII mengusung gagasan besar bertajuk “Cita-cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia”. Tema ini mengingatkan kita semua bahwa setiap aksi atau tindakan kecil yang kita lakukan di ruang kelas lokal selalu bergaung secara global. Kontribusi dalam dunia pendidikan tidak lagi dipahami sebagai pencapaian personal semata, melainkan bagian dari gerakan kolektif untuk menghadirkan kedamaian, keadilan, dan keberlanjutan bumi. 

Empat Tahun Berkontribusi di Dapur CCG (Cerdas Cermat Guru)Ada kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri saat merefleksikan perjalanan ini, di mana tahun ini merupakan tahun ke-4 saya dipercaya menjadi bagian dari tim panitia, khususnya mengawal divisi Cerdas Cermat Guru (CCG).Mengelola perlombaan dan ruang belajar bagi sesama guru selalu menghadirkan tantangan sekaligus keseruan yang unik. Dari balik layar CCG, saya menyaksikan betapa hangatnya kompetisi yang dibalut dengan semangat kegembiraan. Antusiasme para peserta yang berjuang menguji kompetensi dan wawasan mereka memberikan energi positif yang sangat besar bagi saya pribadi.

Relasi Baru, Cerita Baru, dan Percikan InspirasiLebih dari sekadar menjalankan amanah kepanitiaan, TPN XIII menghadirkan pengalaman yang kaya akan nilai-nilai baru. Saya berkesempatan menjalin relasi dengan guru-guru baru dari berbagai jenjang dan latar belakang, mendengarkan kisah perjuangan mereka di lapangan, serta saling bertukar gagasan yang menyegarkan kembali semangat mengajar.Satu hal yang membuat TPN XIII Jember kali ini kian berkesan adalah kehadiran Mas Bukik Setiawan (Pendiri Kampus Guru Cikal dan Ketua Yayasan Guru Belajar) sebagai narasumber utama. Sesi yang dibawakan oleh beliau tidak hanya memberikan sudut pandang mendalam tentang konsep #MerdekaBelajar dan dinamika pendidikan masa kini, tetapi juga menyengat kembali kesadaran kita akan pentingnya pergerakan guru yang berdaya.  Menutup TPN XIII kali ini, saya pulang tidak hanya dengan rasa lelah yang terbayar lunas, tetapi dengan dada yang penuh oleh inspirasi, cerita baru, dan optimisme bahwa perubahan pendidikan Indonesia memang sedang bergerak—bersama-sama, secara kolektif.





Post a Comment