Budaya Positif Terdiri Dari :
1. KEYAKINAN KELAS KELAS
Mengapa tidak peraturan kelas? peraturan kelas itu lebih mengarah memaksa memaksa siswa atau murid untuk melakukan peraturan tersebut berbeda dengan keyakinan kelas keyakinan-keyakinan kelas tidak ada kesan pemaksaan terhadap murid dalam mematuhi kesepakatan atau keyakinan kelas yang sudah dibuat bersama-sama.
pembentukan keyakinan kelas :
a. keyakinan kelas bersifat lebih berat daripada peraturan yang lebih rinci dan konkret
b. keyakinan kelas berupa pernyataan-pernyataan universal misalnya:
Mengapa tidak peraturan kelas? peraturan kelas itu lebih mengarah memaksa memaksa siswa atau murid untuk melakukan peraturan tersebut berbeda dengan keyakinan kelas keyakinan-keyakinan kelas tidak ada kesan pemaksaan terhadap murid dalam mematuhi kesepakatan atau keyakinan kelas yang sudah dibuat bersama-sama.
pembentukan keyakinan kelas :
a. keyakinan kelas bersifat lebih berat daripada peraturan yang lebih rinci dan konkret
b. keyakinan kelas berupa pernyataan-pernyataan universal misalnya:
- tidak mengobrol saat pelajaran.
- Menghormati guru
- datang tepat waktu
- tidak boleh bertengkar
- disiplin kreatif dan lain sebagainya.intinya keyakinan kelas tersebut dibuat bersama-sama Sesuai dengan kesepakatan siswa yang ada di kelas tersebut.
2. PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR
pemenuhan lima kebutuhan dasar manusia yaitu :
pemenuhan lima kebutuhan dasar manusia yaitu :
a. cinta dan kasih sayang
Kebutuhan cinta dan kasih sayang meliputi keinginan untuk tetap terhubung dengan orang lain kebutuhan untuk diterima seperti oleh teman keluarga pasangan hidup teman kerja binatang peliharaan dan kelompok gimana kita tergabung?
b. penguasaan
penguasaan atau kebutuhan pengakuan atas kemampuan kebutuhan ini berhubungan dengan kekuatan untuk mencapai suatu menjadi kompetensi, menjadi terampil, diakui atas prestasi dan keterampilan kita didengarkan, dan memiliki rasa harga diri. kebutuhan ini meliputi keinginan untuk dianggap berharga, bisa membuat perbedaan, bisa membuat pencapaian kompetensi, diakui, dihormati. ini meliputi self Esteem, dan keinginan untuk meninggalkan pengaruh
c. kebebasan
kebebasan atau kebutuhan akan pilihan. kebutuhan untuk bebas adalah kebutuhan akan kemandirian otonomi memiliki pilihan dan mampu mengendalikan arah hidup seseorang . Anak-anak dengan kebutuhan kebebasan yang tinggi menginginkan pilihan mereka perlu banyak bergerak, suka mencoba-coba, tidak terlalu terpengaruh orang lain, dan senang mencoba hal baru dan menarik.
d. kesenangan
kesenangan atau kebutuhan untuk merasa senang. kebutuhan akan kesenangan adalah kebutuhan untuk mencari kesenangan bermain dan tertawa. hidup tanpa kenikmatan apapun,betapa menyedihkan
3. POSISI KONTROL
Suatu model disiplin yang berpusat pada murid yang dikembangkan oleh Diane Gossen dengan pendekatan restitusi disebut dengan 5 posisi. Kontrol lima posisi kontrol menurut Diane Gossen dalam bukunya resolution restructuring school discipline berkesimpulan ada lima posisi kontrol yang ditetapkan yang diterapkan seorang, orangtua ataupun dalam melakulan kontrol
1. Penghukum
Seorang penghukum bisa menggunakan hukum fisik maupun verbal. Orang yang menjalankan posisi penghukum senantiasa mengatakan bahwa sekolah memerlukan sistem atau alat yang dapat lebih menekankan murid lebih dalam lagi.
2. Membuat orang merasa bersalah
Pada posisi ini biasanya guru akan bersuara lebih lembut. Membuat orang merasa bersalah akan menggunakan keheningan yang membuat orang lain merasa tidak nyaman, bersalah, atau rendah diri. Di posisi ini murid akan memiliki penilaian diri yang buruk tentang diri mereka. Murid merasa tidak berharga dan telah mengecewakan orang-orang disayanginya.
3. Teman
Pada posisi kontrol teman guru tidak akan menyakiti murid namun akan tetap berupaya mengontrol murid melalui persuasi. Posisi teman pada guru bisa negatif ataupun positif. Positif di sini berupa hubungan baik yang terjalin antara guru dan murid. Guru di posisi teman menggunakan hubungan baik dan humor untuk mempengaruhi seseorang. Hal negatif dari posisi teman adalah bila suatu saat guru tersebut tidak membantu maka murid akan kecewa. Murid merasa dikecewakan, dan tidak mau berusaha. Murid akan tergantung pada guru tersebut.
4. Monitor/pemantau
Memonitor berarti mengawasi. pada saat kita mengawasi, kita bertanggung jawab atas perilaku orang-orang yang kita awasi, posisi tahu berdasarkan pada peraturan-peraturan dan konsekuensi. dengan menggunakan sanksi atau konsekuensi, kita dapat memisahkan hubungan pribadi kita dengan murid, sebagai seorang yang menjalankan posisi pemantau. seorang pemantau sangat mengandalkan perhitungan, catatan, data yang dapat digunakan sebagai bukti atas Perilaku seseorang.
Memonitor berarti mengawasi. pada saat kita mengawasi, kita bertanggung jawab atas perilaku orang-orang yang kita awasi, posisi tahu berdasarkan pada peraturan-peraturan dan konsekuensi. dengan menggunakan sanksi atau konsekuensi, kita dapat memisahkan hubungan pribadi kita dengan murid, sebagai seorang yang menjalankan posisi pemantau. seorang pemantau sangat mengandalkan perhitungan, catatan, data yang dapat digunakan sebagai bukti atas Perilaku seseorang.
5. Manajer
Pada posisi manajer, posisi di mana guru berbuat sesuatu bersama dengan murid mempersilahkan murid mempertanggungjawabkan perilakunya, mendukung murid agar dapat menemukan solusi atas permasalahan nya sendiri. Seorang manajer telah memiliki keterampilan di posisi teman maupun pemantau, dan dengan demikian bisa jadi di waktu-waktu tertentu kembali pada kedua posisi tersebut bila diperlakukan. Di manajer murid diajak untuk menganalisis kebutuhan dirinya maupun kebutuhan orang lain. di Penekanannya bukan pada kemampuan membuat konsekuensi namun dapat berkolaborasi dengan murid. Bagaimana memperbaiki kesalahan yang ada. Tugas seorang manajer bukan untuk mengatur perilaku seseorang. Seorang manajer bukannya memisahkan murid dari kelompoknya tetapi mengembalikan murid tersebut kelompoknya dengan lebih baik dan kuat.
Pada posisi manajer, posisi di mana guru berbuat sesuatu bersama dengan murid mempersilahkan murid mempertanggungjawabkan perilakunya, mendukung murid agar dapat menemukan solusi atas permasalahan nya sendiri. Seorang manajer telah memiliki keterampilan di posisi teman maupun pemantau, dan dengan demikian bisa jadi di waktu-waktu tertentu kembali pada kedua posisi tersebut bila diperlakukan. Di manajer murid diajak untuk menganalisis kebutuhan dirinya maupun kebutuhan orang lain. di Penekanannya bukan pada kemampuan membuat konsekuensi namun dapat berkolaborasi dengan murid. Bagaimana memperbaiki kesalahan yang ada. Tugas seorang manajer bukan untuk mengatur perilaku seseorang. Seorang manajer bukannya memisahkan murid dari kelompoknya tetapi mengembalikan murid tersebut kelompoknya dengan lebih baik dan kuat.
4. SEGITIGA RESTITUSI
Bila ada seseorang berbuat salah pada anda ketika mereka menawarkan sebuah tindakan untuk memperbaiki kesalahan mereka kemungkinan besar jawaban anda adalah akan menolak semua tawaran itu dan akan bilang tidak usah, tidak apa-apa, lupakan saja.
Kebiasaan kita selama ini bila ada orang yang berlaku salah pada kita adalah langsung memaafkan atau membuat mereka tidak nyaman kita cenderung untuk berfokus pada kesalahan daripada mencari cara bagi mereka untuk memperbaiki diri kita lebih fokus pada Bagaimana cara mereka membayar ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kesalahan mereka daripada mengembalikan harga diri mereka membuat kondisi menjadi impas menjadi lebih penting daripada membuat situasi menjadi benar.
Sebagai seorang guru ketika murid anda melakukan kesalahan tindakan mana yang akan anda lakukan :
Sebagai seorang guru ketika murid anda melakukan kesalahan tindakan mana yang akan anda lakukan :
- Anda menunjukkan kesalahannya dan meminta melihat kesalahannya baik-baik?
- Anda mengatakan kamu seharusnya tahu bagaimana kamu seharusnya bertindak
- Anda mengingatkan murid anda akan kesalahan yang sama di waktu sebelumnya
- Anda akan bertanya padanya. Kenapa kamu melakukan sesuatu yang seharusnya tidak kamu lakukan?
- Anda akan mengkritik dan mendiamkannya?
Kalau anda melakukan tindakan-tindakan diatas mungkin anda akan membuat murid anda merasa menjadi anak yang gagal.
Pertanyaannya sekarang bagaimana kita sebaiknya respon kita bila ada murid kita melakukan kesalahan Mari kita baca artikel ini:
Restitusi sebuah cara menanamkan disiplin positif pada murid restitusi adalah proses menciptakan kondisi Bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka sehingga mereka bisa kembali pada kelompok dengan karakter yang lebih kuat (Gossen: 2004)
Restitusi juga adalah proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain (Chelsom Gossen : 1996)
Restitusi membantu murid menjadi lebih memiliki tujuan disiplin positif dan memulihkan dirinya setelah berbuat salah penekanannya bukanlah pada Bagaimana berperilaku untuk menyenangkan orang lain atau menghindari ketidaknyamanan, namun tujuannya adalah menjadi orang yang menghargai nilai-nilai kebajikan yang mereka percayai. Sebelumnya kita telah belajar banyak tentang teori kontrol bahwa pada dasarnya kita memiliki motivasi intrinsik
Melalui restitusi ketika murid berbuat salah guru akan menanggapi dengan cara yang memungkinkan murid untuk membuat evaluasi internal tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan mereka dan mendapatkan kembali harga dirinya restitusi menguntungkan korban tetapi juga menguntungkan orang yang telah berbuat salah ini sesuai dengan prinsip dari teori kontrol William glasser tentang solusi menang-menang
Ada peluag luar biasa bagi murid untuk bertumbuh ketika mereka melakukan kesalahan, Bukankah pada hakikatnyanya begitulah cara kita belajar murid perlu bertanggung jawab atas perilaku yang mereka pilih namun mereka juga dapat memilih untuk belajar dari pengalaman dan membuat pilihan yang lebih baik di waktu yang akan datang. Ketika guru memecahkan masalah perilaku mereka murid akan kehilangan kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang berharga untuk hidup mereka.
Di bawah ini adalah ciri-ciri restitusi yang membedakannya dengan program disiplin lainnya.- Restitusi bukan untuk menebus kesalahan namun untuk belajar dari kesalahan
- Restitusi memperbaiki hubungan
- Restitusi adalah tawaran paksaan
- Restitusi menuntun untuk melihat kedalam diri
- Restitusi mencari kebutuhan dasar yang mendasari tindakan
- Restitusi diri adalah cara yang paling baik
- Restitusi fokus pada karakter bukan tindakan
- Restitusi menguatkan
- Restitusi fokus pada solusi
- Restitusi mengembalikan murid yang berbuat salah pada kelompok
Posting Komentar